Oke sesuai kata saya di postingan sebelumnya, kali ini saya akan membahas mengenai perjalanan mudik lebaran tahun ini. Seperti tahun sebelumnya, saya kali ini mudik menggunakan transportasi kereta api. Ada banyak alasan kenapa saya memilih moda transportasi ini, salah satunya karena alasan efisiensi waktu. Sudah menjadi hal yang pasti, ketika saat mudik tiba, jalan-jalan sepanjang jalur mudik akan dipenuhi oleh ribuan pemudik yang akan menimbulkan macet, hal inilah yang akan saya alami jika mudik menggunakan bis.

Sampai dengan sekarang, saya sudah menjalani 4 kali puasa di perantauan, berarti sudah 4 kali juga saya mudik, di dua tahun pertama, saya mudik menggunakan bis, dan tentu saja macet yang didapat. Saya sampai di rumah setelah melewati sekitar 24 jam perjalanan. Padahal kalau pulang kampung selain di saat mudik, hanya membutuhkan 12 jam perjalanan. Kebayang gak tuh gimana rasanya duduk didalam bis selama 24 jam haha. Sebenarnya mudik selama 24 jam itu untuk jarak Bogor – kampung saya tergolong lancar, kalau lagi apes bisa sampai 40 jam lebih, et dah tua di jalan, hehehe.

Karena saya malas kena macet terus kalau naik bus, akhirnya saya beralih naik kereta. Naik kereta juga ternyata butuh perjuangan, bahkan sebelum naik kereta perjuangan pun sudah dimulai. Tiket kereta api sudah bisa dipesan secara online sejak 3 bulan sebelum keberangkatan. Pesan tiket kereta mudik meskipun jauh-jauh hari bukan merupakan hal mudah, karena yang akan pesan tiket kereta di satu waktu bisa mencapai puluhan ribu orang, website PT KAI sering tidak bisa dibuka, begitupun dengan situs booking yang lainnya. Waktu itu saya refresh berkali-kali tapi tetap saja tidak bisa diakses sampai saya ketiduran, hehe. Baru setelah beberapa jam saya bisa mengakses situsnya dan berhasil memesan 2 tiket mudik, yah meskipun hanya tersisa tiket dengan harga tiket termahal, tapi tak apalah yang penting bisa mudik dengan lancar.

Setelah 3 bulan berlalu, akhirnya hari mudik pun tiba. Sekitar 1,5 jam sebelum keberangkatan saya sudah sampai di Stasiun Gambir, menunggu seseorang yang akan menemani saya mudik, ehemm… Untuk mudik kali ini, saya memlilih kereta jurusan Jakarta-Semarang, disamping karena saya kehabisan tiket yang menuju Jogja, ternyata kereta Jakarta-Semarang memiliki waktu tempuh yang lebih singkat. Berangkat dari Jakarta pukul 16.30, kereta akan tiba di Semarang pukul 22.15 jika perjalanan sesuai jadwal

Interior KA Argo Sindoro
Interior KA Argo Sindoro

Tepat saja, pukul 22.15 kereta telah sampai di Stasiun Semarangtawang. Disana saya sudah dijemput oleh Om saya bersama dengan keluarga yang akan mengantarkan ke rumah (thankyou so much Om). Karena sepanjang perjalanan harus berhenti di beberapa tempat, mampir ke rumah nenek kemudian mengantar si Doi (ehemm lagi), saya batu sampai di rumah sekitar pukul 2 pagi, padahal sebenarnya pejalanan dari Semarang ke rumah normalnya hanya sekitar 2 jam. Karena sudah terlanjur masuk waktu sahur, ya sudah sekalian saja sahur baru kemudian tidur, hehe.

Kalau dibanding menggunakan bus, perjalanan mudik menggunakan kereta kali ini tentu saja jauh lebih singkat. Kalau misal saya pulang menggunakan bus, mungkin pukul 2 pagi saya masih terjebak macet dan belum keluar dari Jawa Barat. Bay the way, maaf sekali karena saya baru sempat posting sekarang, padahal mudiknya sudah seminggu yang lau, hehehe, yah daripada tidak sama sekali, lebih baik terlambat.

Iklan