“Ke Jakarta, aku kan kembali…
Walaupun apa yang kan terjadi…”
Mngkin sepenggal lirik dari lagu Koes Plus diatas bisa menggambarkan keadaan saya saat ini, meskipun sebenarnya saya merantau ke Bogor bukan ke Jakarta, tapi tak apalah yang penting temanya sama, hehe. Setelah melewati libur lebaran hampir 2 minggu lamanya, kini tiba saatnya saya kembali kepada kesibukan di perantauan, atau kembali kepekerjaan lama yang membosankan, begitulah kira-kira kata Spongebob Squarepants disalah satu episodenya, haha.

Merantau, bisa dibilang menjadi sebuah keniscayaan bagi seorang anak daerah seperti saya, terlebih lagi bagi saya yang merupakan anak laki-laki pertama dalam keluarga, sudah menjadi kebiasaan bagi anak di kampung saya untuk merantau ke kota besar ketika sudah beranjak dewasa. Merantau disini tidak hanya diartikan hanya untuk memcari pekerjaan di kota, melainkan bisa juga untuk melanjutkan pendidikan misalnya kuliah karena memang jarang terdapat universitas di daerah.

Merantau ke kota orang memang tidak boleh hanya bermodal nekat, kita harus punya modal kemampuan agar bisa “hidup” disana. Jangan sampai kita jauh-jauh kesana, tapi kita hanya menjadi (maaf) “sampah” yang memenuhi kota. Sama seperti ketika melihat berita di tv, terutama ketika membahas tentang kesenjangan ekonomi di Jakarta, tingginya tingkat pengangguran dan kriminalitas disana, salah satunya bisa disebabkan karena faktor urbanisasi yang tidak terencana dengan baik. Mimpi hidup enak di perantauan justru malah menjadi mimpi buruk yang jadi nyata.

Bagi saya, merantau tidak hanya menjadi sebuah keniscayaan, dengan merantau saya bisa belajar banyak hal, salah satunya tentang kemandirian, terlebih lagi saya hidup sebagai anak kos disini yang memang apa-apa harus bisa dilakukan sendiri. Selain itu saya bisa belajar mengenai perjuangan dan kerja keras untuk mencapai terget-target saya disini. Dan satu hal lagi yang tak kalah penting, saya belajar mengenai arti pentingnya keluarga. Karena dengan merantau, dipastikan saya akan jarang bertemu keluarga dirumah. Makanya ketika pulang ke rumah, saya selalu ingin menyempatkan waktu sebanyak-banyaknya bersama keluarga tercinta di rumah.

Semoga dengan merantau seperti ini, bisa menjadikan saya pribadi yang lebih dewasa, lebih bijak dalam mengambil keputusan dan menjadi lebih siap untuk memghadapi dunia ini, terutama dalam melawan musuh yang ingin menguasai dunia ini (haha, abaikan kalimat terakhir barusan). Ketika saya menulis artikel ini, saya masih dalam perjalanan menaiki bus PO Santoso yang akan mengantarkan saya ke Bogor. Semoga perjalanan bisa berjalan lancar dan esok hari bisa menjalankan aktivitas lagi dengan semangat baru setelah libur lebaran.

Iklan