120 km, begitulah kira-kira jarak yang harus ditempuh. Belum pernah saya memakai motor saya untuk menempuh jarak sejauh itu dalam 1 hari, tapi tak apalah sekalian buat ngetes motor yang saya dapatkan setelah lama menabung itu, hehe abaikan. Jadi jalan-jalan kemarin itu sebenarnya ditujukan sebagai hiburan sebelum saya mulai kuliah, karena saya mengambil kuliah kelas karyawan yang mana ternyata hari Sabtu dan Minggu juga ada jadwal kuliah, maka tentu saja kedepannya akan sulit mencari hari libur untuk jalan-jalan, yah bisa jalan-jalan juga harus nunggu tanggal merah, begitulah nasib mahasiswa kelas sore, (kenapa curhat oi).

3 tahun tinggal di Bogor, tidak bisa dibilang waktu yang sebentar, tapi jujur, saya jarang sekali atau hampir tidak pernah meng-explore Bogor, kesibukan kerja dan belum adanya motor disini tentu saja menyulitkan bagi saya untuk sekedar mengunjungi tempat-tempat menarik disini. Sebenarnya bisa sih keliling menggunakan angkot tapi hal itu kurang efisien karena kita tidak bisa bebas memilih jalan yang ingin kita lalui. Tapi Alhamdulillah, beberapa bulan yang lalu, setelah menabung cukup lama, akhirnya bisa juga beli motor yang mana akan sangat berguna ketika saya sudah mulai kuliah karena saya kuliah di Jakarta, selain itu untuk urusan jalan-jalan juga jadi lebih enak kalau ada motor.

Beberapa waktu yang lalu, tak sengaja saya buka kaskus, disitu ada thread yang berisi tentang beberapa tempat menarik yang berada di Bogor dan sekitarnya, salah satunya Taman Bunga Nusantara. Sebenarnya saya sudah pernah baca tentang Taman ini sebelumnya, tapi setalah baca thread tersebut, saya jadi semakin penasaran, seperti apa wujud taman itu, apalagi setelah ada motor, jadi lebih enak untuk mengunjunginya, dan menurutnya saya tempat ini layaklah untuk dikunjungi apalagi saya jalan-jalan kesana bareng si Doi, hehe. Lagipula kalau tidak mengajak cewek atau keluarga, ngapain juga mengunjungi tempat wisata seperti ini, kalau sendirian, ntar dikira Jones, kalau sama teman cowok, dikira homo, hahaha.

Karena saya kesana pada hari Minggu, yang mana rawan macet karena jalan kesini harus melewati jalur puncak, maka saya berangkat kesana di pagi hari. Setelah menjemput Si Doi di stasiun Bogor (karena dia tinggal di Jakarta) kita bergegas menuju tempat tujuan. Namun sebelum mulai perjalanan kesana, perut ini sudah terasa lapar, maklum kita berangkat pagi dan belum sempat sarapan, sebenarnya gak pagi-pagi juga sih, hehe. Melewati Jalan Surya Kencana Kota Bogor, kebetulan saya melihat ada pedagang nasi uduk di pinggir jalan, ya sudah akhirnya kita memutuskan sarapan disitu. Cukup murah makan disana, 1 piring nasi uduk dengan lauk telur balado dan tahu, hanya seharga Rp 7.000,00 saja, beserta teh tawar gratis tentunya. Mau cari makanan lain juga ada, karena memang banyak kuliner di sepanjang jalan ini. OK, setelah kenyang kita melanjutkan perjalanan.

Setelah sebelumnya perjalanan kami lancar, perjalanan kita baru tersendak setelah sampai di daerah Gadog, tapi tidak lama perjalanan mulai lancar kembali. Tapi lagi-lagi, sebelum kita memasuki jalanan menanjak di Puncak, jalanan mulai macet lagi, begitulah suasana daerah ini di akhir pekan. Jalan-jalan di daerah ini dengan mengendarai motor memiliki keuntungan tersendiri karena kita bisa kita bisa lebih mudah melewati kendaraan lain yang sedang terjebak macet. Meskipun harus diwarnai kemacetan, tapi perjalanan ini terasa menyenangkan karena kita disuguhi pemandangan yang indah dan udara yang sejuk disepanjang jalur ini.

Sekitar 2 jam berlalu, dengan mengikuti petunjuk jalan menuju tempat ini yang ada di beberapa persimpangan, akhirnya kita sampai di tempat tujuan. Sampai tempat ini bisa saja lebih cepat tergantung kondisi jalanan. Biaya parkir disini cukup murah, hanya Rp 5.000,00 saja untuk sepeda motor. Untuk tiket masuk ke taman sendiri seharga Rp 30.000,00. Tapi kalau mau lebih enak, kita bisa sekalian naik kendaraan yang sudah tersedia yang akan mengantarkan kita berkeliling taman. Ada beberapa jenis kendaraan yang bisa kita pilih, ada Garden Tram, mobil wara wiri dan kereta. Untuk dapat menaikinya, hanya perlu menambah Rp 10.000,00 untuk kendaraan yang kita pilih, jadi total tiket masuk jadi Rp 40.000,00. Kali ini kami memilih menaiki Garden Tram karena bentuknya yang cukup unik. Kendaraan ini beroperasi tiap 30 menit sekali dan akan menhantarkan kita berkeliling taman menuju satu titik yang sudah ditentukan. Disepanjang perjalanan, kita juga diperdengarkan dengan suara guide yang akan menjelaskan beberapa tempat yang dilewati.

Garden Tram yang Kita Naiki
Garden Tram yang Kita Naiki

Setelah sampai di satu titik tadi, penumpang diminta turun dan dapat melanjutkan berkeliling dengan berjalan kaki. Untuk kembali ketempat awal kita masuk tadi, kita bisa menaiki kendaraan lagi di tempat pemberhentian tadi asal tiket jangan sampai hilang.

Musical Fountain
Musical Fountain
Observation Tower
Observation Tower
View diatas Observation Tower
Labyrinth Garden
French Garden
French Garden

Kita akan diajak mengelilingi beberapa taman menggunakan garden tram tersebut. Beberapa jenis taman yang akan dilewati antara lain French Garden, American Garden, Peacock Topicary serta Dahlia Corner, yang kemudian akan berhenti di salah satu titik, tepatnya di sekitar taman bermain anak. setelah turun, kami melanjutkan keliling taman dengan berjalan kaki.

White Rose
White Rose

Setelah keliling-keliling, kami kembali lagi menuju tempat pemberhentian Garden Tram yang tadi dinaiki. Sambil menunggu Garden Tramnya datang, disini bisa sambil makan atau minum karena banyak tersedia tempat makan disini. Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya kami diantarkan lagi ke tempat awal kita naik, karena hari juga sudah mulai siang, kami memutuskan untuk pulang. Meskipun tempat ini sangat cocok untuk wisata keluarga, namun sebaiknya ketika berkunjung kesini pilih waktu di pagi hari karena belum terlalu panas, maklum karena tempat ini berupa taman yang luas jadi tidak banyak tempat untuk berteduh. Yah pada akhirnya wisata ini bisa sedikit merefresh pikiran akibat jenuh bekerja, saatnya pulang dan itu akhirnya siap-saip lagi menghadapi macetnya jalur Puncak Bogor akhir pekan.

Iklan