Lanjuan postingan sebelumnya…

YDXJ0882.jpg
We’re ready for the second day

Hari kedua di Singapura, tempat utama yang kami kunjungi adalah Sentosa Island. Pagi-pagi, saya sempat bangun dan terdengar suara adzan dari Sultan Mosque, meskipun tidak terlalu keras suaranya. Entahlah kenapa begitu, mungkin memang sudah menjadi peraturan di negara ini. Bangun pagi-pagi, seperti biasa, kami antri mandi, sementara diluar, suasana di Bussorah Street (jalan depan hostel) masih sangat lengang, toko-toko belum ada yang buka, udara pagi juga masih segar yang masuk dari jendela kamar hostel yang saya buka. Beberapa saat kemudia, setelah semuanya beres mandi, kami turun ke lantai satu untuk sarapan.

IMG-20151109-WA0014
Udah makan roti tetep masih makan mie, hehe

Tak lupa semua barang yang diperlukan untuk jalan-jalan dimasukkan kedalam tas, dompet, paspor, tiket ez link, botol air minum juga tidak kalah pentinh,, untuk diisi dengan air gratis, hehe.Sarapan yang disediakan oleh hostel ini adalah roti bakar dan buah. Untuk minumannya tersedia beberapa macam seperti kopi, teh, susu, kopi susu, teh susu, dan sebagainya. Kita menyiapkan sendiri makanan yang akan kita makan jadi kalau mau makan roti beberapa lembar dan mengambil buah yang banyak juga bisa, hehe,

Sebelum kami menuju Stasiun Bugis, kami menyempatkan diri untuk mampir ke Haji Lane. Tempat ini terletak tidak jauh dari hostel, apalagi pagi itu, waktu masih menunjukkan sekitar jam 9 jadi ya masih bisa mampir kesana sebentar. Tinggal jalan lurus menuju Arab Street, kita bisa meneukan Haji Lane tidak jauh dari situ. Haji Lane sendiri merupakan daerah pertokoan yang menjual berbagai macam barang seperti oleh-oleh dan barang-barang lainnya. Disini juga terdapat banyak restoran yang sering dijadikan tempat nongkrong anak muda yang berkunjung kesana meskipun jalan di daerah sini terbilang sempit. Suasana disana pagi itu masih sepi, pertokoan masih banyak yang tutup, hanya tampat beberapa orang yang lalu lalang seperti ketika akan berangkat kerja. Tidak banyak yang kami lakukan disana selain berfoto ria, terutama berfoto disamping tembok sebuah bangunan dengan mural yang cukup unik tergambar disitu.

DCIM100MEDIA
Tembok penuh warna
DSC00303
Cha in action

Menuju ke Stasiun Bugis, kami melewati Victoria Street. Dari Stasiun Bugis, kami naik MRT dan transit dulu di Stasiun Outram Park, baru kemudian turun di Stasiun Harbour Front. Stasiun ini terhubung dengan Mall Vivo City diatasnya, mal ini bisa dikatakan sebagai “pintu” untuk menuju Sentosa Island. Untuk menuju Sentosa Island dapat dilakukan dengan berbagai cara. Kita bisa naik monorail Sentosa Express, naik bus, naik cable car, bahkan kita bisa kesana dengan berjalan kaki melalui Sentosa Broadwalk. Untuk cara yang terakhir, saya kurang apakah harus bayar atau tidak, yang pasti cara tersebut merupakan cara termurah untuk menuju kesana, hanya saja kita perlu menyiapkan tenaga lebih, hehe. Sementara kami lebih memilih menaiki monorail Sentosa Express, tapi saya lupa waktu itu berapa biayanya, hehe.

DSC00326
“Gapura” Sentosa Island

Karena tujuan pertama kami adalah ke Universal Studios, kami naik monorail dari Mall Vivo City turun di Imbiah Station. Dari stasiun ini terdapat beberapa tempat rekreasi, selain ada USS, disekitar sini ada Trick Eye Museum, Maddame Tussauds Museum, dan beberapa tempat rekreasi lain, bahkan disini ada replika Patung Merlion yang lebih besar dari aslinya. Hal yang pertama kami lakukan disini tentu saja menuju tempat “USS Globe” yang ikonik itu, lokasinya tepat persis berada didepan pintu gerbang USS. Dari tempat ini, kami bertujuh terbagi menjadi 2 kelompok karena masing-masing memiliki tempat tujuan yang berbeda. Mang Azwari, Indra, Shelly dan Kak Nurul lanjut masuk kedalam USS sementara saya, Cha dan Benny lanjut ketempat lain.

DSC00335.JPG
Meskipun gak masuk USS, yang penting sudah foto disini, hehe
DSC00329.JPG
Foto disini juga tapi gak masuk ke Trick Eye, hehe

Sejak dari awal saya merencanakan untuk pergi ke Singapura bareng Benny, kami berdua memang tidak berencana masuk ke USS, karena saya sendiri kurang tertarik masuk, selain karena mahal tentunya, hehe. Saya malah cenderung lebih memilih pergi ke tempat yang jarang dikunjungi turis, atau pergi ke suatu tempat dimana saya bisa sekedar belajar mengenai negeri itu sehingga lebih tau menhenai budaya masyarakat setempat, contohnya saja ke tempat yang akan saya kunjungi selanjutnya.

DSC00350
Another Merlion

Sebelum berangkat ke Singapura, salah satu tempat yang ingin saya kunjungi adalah Madame Tussauds Museum, tempat ini adalah museum yang berisi patung lilin dari berbagai macam tokoh dunia dari berbagai macam profesi. Museum ini pertama kali didirikan di London dan telah memiliki beberapa cabang diseluruh dunia, salah satunya ada di Singapura. Museum ini didirikan pertama kali oleh Marie Tussaud, seorang seniman patung berkebangsaan Perancis. Sebelum menuju kesana, kami bertiga sempat keliling-keliling dulu melihat-lihat spot-spot menarik disana, sambil mencari keran air minum gratis tentunya hehe.

Kebetulan sekali, ketika kami membeli tiket masuk Madame Tussauds di loket, ternyata ada beberapa paket tiket yang bisa kami pilih dengan menambah sedikit tambahan harga. Karena tambahan harganya menurut kami tidak terlalu mahal (lagi-lagi sya lupa harganya berapa, hehe). Setelah berunding, akhirnya kami memilih paket dengan tambahan tiket untuk mengunjungi Images of Singapore Live dan menonton sinema 4D. Dari ketiga tempat tadi, yang pertama kali bisa dikunjungi adalah Images of Singapore Live. Tempat sejenis museum ini berisi tentang sejarah negara Singapura dari dulu masa pra kolonial hingga menjadi seperti sekarang. Museum ini dikemas dengan sangat menarik, pengunjung akan diajak jalan-jalan semacam tour ke masa lalu dengan guide yang berpakaian sesuai masa yang akan kita kunjungi.

DSC00362
Salah satu diorama ketika naik The Spirit of Singapore Boat

Masuk ke museum ini kami bertiga dan pengunjung lain diajak masuk kesebuah ruangan yang diatur mirip seperti kantor zaman kolonial. Kami dipandu oleh guide yang juga berdandan sesuai dengan jamannya, bercerita panjang lebar dengan diselingi beberapa humor. Di museum ini, kita akan diajak tour melewati beberapa tempat yang akan menceritakan kehidupan masyarakat sebelum zaman kolonial, diceritakan asal mula kedatangan etnis India, awal kedatangan Inggris, zaman Perang Dunia 2 oleh Jepang, hingga diberi kemerdekaan oleh Inggris. Semua ditampilkan dengan cara yang menarik sehingga belajar terasa lebih menyenangkan karena seakan-akan kita diajak ke masa lalu menyaksikan peristiwa-peristiwa itu secara langsung. Di akhir tour, kita akan diajak menaiki The Spirit of Singapore Boat Ride. perahu kecil yang akan membawa kita berkeliling melihat diorama perkembangan Di Singapura dari dulu hingga sekarang. Rasanya tak menyesal saya mengunjungi tempat ini, karena sesuai tujuan saya jalan-jalan ke Singapura, saya bisa belajar sejarah mengenai negara ini, bagaimana negara ini bisa bersatu meskipun ada 4 etnis besar disana yang notabene bukan merupakan penduduk asli disana, sehingga bisa menjadi negara maju seperti sekarang ini. Terlalu panjang lebar kalau saya ceritakan, tapi pada intinya, dari tiap etnis dan masyarakat disana, mereka merasa sama-sama saling memiliki negara mereka, jadi tidak ada yang merasa lebih dominan dibanding yang lain, mereka melakukannya demi tujuan bersama. Kurang lebih seperti itu pendapat saya berdasarkan apa yang telah saya pelajari disana.

Bersambung…

Iklan