Lanjutan postingan sebelumnya…

Belajar sejarah suatu negara memang menjadi hal yang menarik buat saya, memang selalu ada cerita menarik dibalik terbentuknya suatu negara. Puas belajar sejarah mengenai Singapura, kami bertiga memutuskan untuk makan siang dulu, karena didekat sini yang kami lihat hanya ada gerai KFC, tanpa pikir panjang kami langsung menuju kesana karena perut juga sudah lapar, dan yang penting disini terpampang kalau makanan yang dijual sudah bersertifikat halal dari “MUI” nya Singapura. Karena setelah melihat harga yang tertera tidak ada yang murah, hehe, maka kami memutuskan untuk membeli paket yang berisi banyak ayam goreng, tapi tetap saja setelah dihitung harganya tetap mahal. Sayang disini tidak ada nasi jadi kami membeli semacam bubur kentang untuk mengganti nasi. Setelah dapat makanan yang kami pesan, ternyata harga USD 30’an menjadi harga yang layak karena ayaam goreng yang kami dapat ternyata banyak, cukup untuk makan 2,5 kali, hehehe. Jadilah kami hanya makan masing-masing 1 potong kemudian sisanya kami simpan dengan rapi didalam tas, untung saja saya bawa backpack.

Selesai santap siang, kami menuju tempat berikutnya, yaitu Museum Madame Tussaud. Lokasinya tidak jauh dari tempat yang kami kunjungi tadi, hanya saja kita harus menaiki beberapa anak tangga terlebih dahulu untuk menuju kesana. Ketika kita masuk museum, kita akan disambut oleh salah seorang pegawai yang akan memfoto kita terlebih dahulu, foto ini biasanya akan dijual ketika kita keluar dari museum, tapi kalau kita ingin foto dari kamera kita sendiri juga bisa meminta tolong pegawai tersebut untuk mengambil beberapa foto kita. Waktu itu pegawai yang kami temui bernama Mr. Peter. Pria paruh baya ini sangat ramah, senang bisa mengobrol dengannya, Bahasa Inggrisnya juga bagus, bahkan kami beberapa kali ketemu dengannya ketika kami keliling-keliling dengan museum, beberapa kali juga dia bersedia mengambilkan foto kami bertiga. Nice to met you Mr. Peter.

DCIM100MEDIA
Presiden pertama negeri tercinta

Ketika kita memasuki museum ini, sosok yang akan pertama kali kita temui adalah presiden pertama Singapura, yaitu Yusof bin Ishak. Kemudian ketika kita masuk lagi kedalam, kita akan menemui patung lilin dari Presiden Pertama Negara Indonesia tercinta, yap, patung liling Bung Karno berdiri dengan gagah disana. Didepan Bung Karno juga ada patung lilin dari Lee Kuan Yew, perdana menteri pertama Singapura.

20151029_110256
Your Majesty, oneday we will visit your country

Di bagian awal museum ini memang berisi patung lilin dari tokoh-tokoh pemimpin dunia. Selain yang saya sebutkan tadi, disini ada Barrack Obama, Mahatma Gandhi, Nelson Mandela dengan baju batiknya, Ratu Elisabeth II dan beberapa tokoh lain yang kurang saya kenal. Masuk lagi kedalam, kita akan sampai di ruang tempat patung lilin tokoh olahraga berada. Ada Tiger Woods, Cristiano Ronaldo, Muhammad Ali, bahkan ada Rudi Hartono, legenda bulutangkis dari Indonesia. Selain itu juga ada pemain basket dari klub NBA Houston Rocket yang wajahnya sering dijadikan rage face, siapa lagi kalau bukan Yao Ming hehe. Dan yang menjadi favorit saya tentu saja seorang pesepakbola yang membuat saya jadi fans Manchester United dari SD, dialah David Beckham.

20151029_110846
Tetap tampan walau sedang pemanasan

Di ruang lain terdapat patung lilin dari dunia film, musik, bahkan ada juga patung-patung lilin dari para bintang Bollywood. Semuanya ditampilkan dengan tingkat kemiripan yang luar biasa dari orang aslinya. Tiap patung lilin juga dibuat sesuai dengan atribut sesuai dengan pekerjaanya, seperti Oprah Winfrey yang ditampilkan seaka-akan sedang mewancarai bintang tamunya, jadi kita bisa duduk di kursi sebelahnya seolah-olah kita adalah bintang tamunya, hehe. Ada juga Arnold Schwarzenegger yang ditampilkan dengan gaya Terminator nya lengkap denga moge disampingnya, yang bisa kita naiki untuk berfoto, bahkan ada jaket kulit yang bisa kita pakai agar sesuai dengan gaya terminator. Kalau patung lilin yng dicari oleh Benny tentu saja Marilyn Monroe, dia memang ngefans dengan artis asal Amerika Serikat, tak heran jika dia mengambil banyak foto dengannya, hehe. Tapi sayang sekali disini tidak ada patung lilin dari sosok Freddie Mercury vokalis legendaris dari band asal Inggris, Queen. Pria bernama asli Farrokh Bolsara ini memang memiliki kharisma yang luar biasa, sayang dia sudah lama meninggal, meskipun begitu saya menyukai lagu-lagunya. Mungkin saya harus berkunjung ke Madame Tussaud di kota London untuk bisa berfoto dengan patung lilinnya yang terdapat disana, hehe ngarep.

20151029_113606
Benny and his idol
20151029_115931
Pinjem motornya bentar om

Sebelum keluar dari museum, ternyata kami bertemu lagi dengan Mr. Peter, jadi kami punya waktu sebentar untuk berpamitan. Sebelum menuju pintu keluar, kami ditawari oleh salah seorang pegawai museum lain untuk membeli cetakan foto kami selama di museum, memenag di beberapa titik, ada orang yang akan memfoto kita disana, foto-foto yang mereka ambil akan mereka tunjukkan ketika kita akan keluar dari museum. Mereka bisa mencetak dalam berbagai ukuran dan bentuk, tapi kami tentu saja tidak membelinya karena faktor harga tentunya, dasar backpacker kere, hehehe

DCIM100MEDIA
Foto bareng dulu sebelum keluar
20151029_120156
Salah satu yang paling mirip aslinya, Shahrukh Khan
20151029_135252
Film 4D yang kami tonton

Diluar museum, terdengar suara seseorang dengan bahasa yang sangat familiar, ternyata kami bertemu dengan Orang Jawa, hehe. Mungkin karena dia mendengar kami bertiga ngobrol dengan Bahasa Jawa, makanya dia jadi nyapa dengan Bahasa Jawa juga, o walah dolan nang Singapur ketemune yo Wong Jowo, hehe. Oke, untuk selanjutnya, tempat yang akan kami tuju dan juga masih bagian dari paket tiket yang kami beli diawal adalah Sinema 4D. Memang tidak ada yang spesial disini karena di Indonesia juga banyak tempat seperti ini, tapi ya tidak apa-apalah, itung-itung bisa duduk sebentar sambil nonton film, pegel oi jalan mulu.

Bersambung…

 

Iklan