Lanjutan postingan sebelumnya…

Sentosa Island memang berisi banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi, selain tempat-tempat yang sudah saya ceritkan di postingan sebelumnya, tempat yang membuat saya penasaran adalah Palawan Beach. Saya tau mengenai tempat ini dari internet dan foto yang terpampang disitu sangat indah, makanya saya dan Benny memasukkannya ke dalam itinerary sebelum kami berangkat ke Singapura. Untuk menuju kesana kami naik monorail lagi dari Imbiah Station dan turun di stasiun paling ujung, yaitu Beach Station. Nah, dari sini menuju ke tempat wisata yang ada di area ini, kita bisa menaiki tram, tidak perlu membayar karena gratis. Tiap akan berkeliling sehingga kita bisa turun ditempat yang kita ingin tuju. Stelah menunggu beberap saat, tram yang kami naiki kahirnya berangkat dan kami turun di halte yang berlokasi di Palawan Beach, selain pantai ini, masih ada juga Siloso Beach yang sepertinya lebih terkenal, tapi kami tidak mengunjunginya.

DSC00385
Tram yang kami naiki
20151029_152250
Pantai yang bersih

Sebenarnya pantai di Indonesia jauh lebih indah daripada pantai disini. Palawan beach ini lebih seperti pantai buatan, hanya saja tertata dengan rapi dan juga bersih tentunya. Hal yang menarik disini adalah adanya sebuah jembatan tali yang akan menghubungkan pantai dengan pulau kecil didepannyaa. Memang agak seram juga melintasi jembatan ini karena jembatan akan bergoyang ketika diterpa angin, tapi tetap aman kok. Di pulau kecil depan pantai terdapat 2 bangunan yang terletak bersebelahan. Bangunan ini terbuat dari kayu dan memiliki 4 lantai, jadi kita bisa melihat pemandangan sekitar pantai dari ketinggian. Sayang sekali kami tidak memakai kostum pantai jadi tidak bisa bermain air, padahal airnya terlihat sangat segar sekali ditengah cuaca yang sangat terik. Ketika kami kesana, pantai terlihat cukup sepi, hanya ada beberapa bulu yang sedang duduk-duduk piknik dibawah pohon dan juga ada beberapa orang yang sedang berenang, terdengar dari Bahasanya, sepertinya mereka dari Malaysia, (sok tau, hehe)

20151029_155843
Tram beratap terbuka

Berada dipantai ini ternyata cukup panas juga, tapi seuai lah, pantai ini sama indahnya dengan foto yang saya temukan di internet sebelum saya ke Singapura. Tak terasa waktu sudah menjelang sore, kami memutuskan untuk kembali ke Mal Vivo City. Cukup lama kami menunggu tram yang akan mengantarkan kami menuju Beach Station. Tapi tak apalah, setidaknya kami bisa menaiki jenis tram yang berbeda. Kami menaiki tram gandeng dengan atap terbuka yang lebih menarik. Suasana saat itu langit begitu cerah dengan hembusan angin pantai yang menyejukkan, apalagi sepanjang jalan terdapat banyak pohon ditambah lingkungan yang bersih. Sampai di Beach Station kami naik monorail dan turun dulu di Imbiah Station hanya untuk mengambil air minum di kran air minum gratis, hehe. Karena kami tidak menemukannya di tempat lain, jadilah kami turun sebentar sebelum berangkat lagi menuju Vivo City. Sebenarnya disini kami ingin menunggu teman-teman lain yang berkunjung ke USS, karena mereka bilang akan kembali ke Vivo pada jam-jam yang sama. Tapi karena takut tidak ketemu dan justru saling menunggu, kami bertiga memutuskan untuk pergi duluan ke tempat berikutnya, yaitu daerah Chinatown. Sebenarnya cara termudah menuju kesana adalah dengan menaiki MRT dan turun di Stasiun Chinatown, tapi karena kami ingin cara lain, jadilah kami memutuskan untuk mencoba naik bus kesana.

DSC00389
Wajah-wajah lelah

Beberapa saat setelah kami muter-muter di mall, akhirnya kami menemukan halte bus didekat mall. Bermodal ke-sok tau-an, tanpa tanya dulu, kami langsung saja menaiki salah satu bus tingkat yang berhenti di halte. Di bagian depan bus ini terdapat tulisan berjalan dengan kata Chinatown, hal itulah yang membuat kita yakin untuk menaikinya. Di pintu masuk bus yang terbuka otomatis, kita harus tap dulu kartu ez link kita sebelum kita mencari tempat duduk. Karena ini bus tingkat, maka kami mencoba untuk duduk di lantai 2 bus. Bus di Singapura ternyata sangat bersih sekali, tidak ada coret-coretan sedikitpun, bus nya juga tampak baru dengan cat yang masih utuh. Di dekat tempat duduk juga terdapat sebuah tombol yang bisa dipencet ketika penumpang ingin turun di halte berikutnya. Salah satu keuntungan naik bus adalahkita bisa melihat pemandangan kota disepanjang perjalanan, tidak seperti naik MRT yang lewat bawah tanah, dengan naik bus kita bisa melihat apa-apa saja yang ada dijalan, seperti perumahan warga dan tempat-tempat umum yang notabene bukan tempat tujuan turis, disamping itu kebanyakan penumpang bus adalah warga lokal.

Halte demi halte dilalui bus ini tapi tidak ada tanda-tanda kami akan sampai di daerah Chinatown, akhirnya kami turun disalah satu halte dan baru sadar ternyata kalau ingin ke Chinatown, kami harus menuju halte diseberang jalan halte tempat kami naik tadi, jadi tulisan Chinatown yang tertulis di bagian depan Bus bisa diartikan bahwa bus tersebut berasal dari daerah Chinatown, jadilah kami bertiga nyasar entah ditempat mana, hehe. Untung saja didekat halte terdapat stasiun MRT, jadi kami memutskan untuk naik MRT saja menuju Chinatown, tapi tak apalah nyasar dikit, setidaknya sudah mencoba nyamannya naik bus di Singapura. Dari stasiun tadi, kami langsung menuju stasiun Chinatown dan ternyata hari sudah berganti malam. Baru sebentar kami mampir di sebuah toko oleh-oleh, ternyata disitulah kami bertemu dengan teman-teman yang tadi berkunjung ke USS, seakan-akan Singapura begitu “sempit” sehingga kami bisa bertemu di tempat yang tidak kami janjikan sebelumnya, terlepas memang negara ini memiliki luas wilayah yang kecil, hehe.

DSC00392
Wajah-wajah yang (tambah) lelah, hehe

Saya membeli beberapa gantungan kunci dan tas disini, tak lupa juga membeli oleh-oleh coklat untuk rekan kerja. Sayangnya saya tidak bisa berkeliling lama di Chinatown ini karena Cha bilang kesaya kalau dia sudah capek dan kakinya sudah sakit. Padahal sebenarnya dari sini kami masih akan mengunjungi Orchard Road. Sebenarnya Cha bilang ingin pulang sendiri saja ke hostel tapi karena takut ada apa-apa kalau sendiri, jadilah saya menemaninya pulang kembali ke hostel, agak kecewa sebenarnya karena saya juga ingin melihat seperti apa itu Orchard Road tapi tak apalah, mungkin dilain kesempatan saya bisa kesana. Sementara yang lain melanjutkan jalan-jalan, kami berdua kembali ke hostel. Sebelum masuk hostel, kami makan dulu sisa ayam goreng yang kami beli di Sentosa karena dilarang makan dikamar hostel, hehe.

Sementara Cha istirahat dikamar hostel, saya lebih memilih untuk duduk-duduk di teras hotel sambil menikmati suasana malam di Bussorah Street. Tampak orang-orang berlalu-lalang, ada juga yang sedang makan malam di restoran yang terdapat disepanjang jalan ini. Tak jauh didapan saya juga ada wisatawan berkulit hitam yang juga duduk sendirian disana, mungkin dia solo traveler yang juga menginap di hostel yang sama dengan saya. Setelah capek pada kaki sedikit hilang dan waktu juga masih menunjukkan pukul 9 malam waktu setempat, saya akhirnya memutuskan untuk jalan-jalan sendirian di sekitar daerah ini, barangkali bisa bertemu teman baru yang sayangnya tidak saya temukan, hehe

DSC00396
Bussorah Street malam hari
DSC00406
Gapura dekat Masjid Sultan
DSC00409
Pertokoan yang mulai tutup
DSC00410
Jalan raya yang sepi

Jalan-jalan malam disekitar sini kita akan sering ditawari untuk makan malam oleh waiter dari restoran yang ada di sepanjang Bussorah dan Arab Street, yang memang menjadi salah satu pusat kuliner disana. Cukup jauh dan lama saya jalan-jalan sendirian malam itu, bahkan sampai melewati jalan raya. Malam itu kondisi jalanan begitu sepi dari kendaraan, hanya tampak beberapa bus dan taksi yang lewat, mungkin karena warga sini lebih suka menggunakan transportasi umum sehingga jalanan menjadi sepi, apalagi jalur MRT berada dibawah tanah, makanya “diatas tanah” jadi sepi. Di sepanjang jalan tampak banyak turis yang sedang makan malam bersama teman-temannya, terutama di daerah Haji Lane yang ketika saya kesana dipagi hari masih tampak sepi. Jalan-jalan saya berakhir seiring dengan habisnya batre smartphone dan kamera digital saya, jadi tidak ada yang bisa saya foto lagi, akhirnya saya pulang lagi menuju hostel. Sampai dikamar, ternyata teman-teman lain yang tadi berpisah di Chinatown sudah pada pulang. Karena waktu sudah malam dan badan juga sudah capek, saya mandi sebentar dan lanjut tidur, maka berkahirlah hari kedua saya di Singapura. Sebenarnya hari itu saya juga ingin mengunjungi salah satu tempat bernama Henderson Wave Bridge, sayangnya saya tidak menemukan cara untuk menuju ke jembatan yang berarsitektur unik tersebut karena untuk kesana harus naik bus. Selain Orchard Road, tempat ini juga akhirnya batal saya kunjungi.

Bersambung…

Iklan