Ketemu lagi dalam postingan tugas matkul Psikologi Industri, ternyata tiap pertemuan harus selalu membuat review diblog, kirain pertemuan awal doang, hehe. Lumayan lah jadi tiap minggu harus meluangkan waktu untuk menulis blog, meskipun sebenarnya pertemuan terakhir kemarin kurang begitu “nangkep” sama materinya, hehe maaf Pak Seta..

Postingan kali ini masih akan membahas mengenai Psikologi, Industri dan Organisasi serta hubungan antar ketiganya. Dalam dunia industri, ntuk menghasilkan sesuatu, baik produk atau jasa, tentu akan membutuhkan suatu modal, dan salah satu modal (dalam tanda kutip) yang paling penting adalah manusia.
Faktor kunci dalam produksi adalah manusia, dan manusia adalah satu – satunya faktor kesuksesan organisasi yang tidak diperdagangkan sebagai komoditas dagang organisasi (Holbeche, 2005).
Dalam suatu industri, agar alat-alat yang diapakai dalam industri tersebut (dalam artian mesin industri) tetap dalam kondisi baik dalam melakukan tugasnya, dapat dilakukan perwatan berkala terhadapnya. Lantas bagaimana dengan manusia itu sendiri, pasti dalam praktiknya, orang yang bekerja dalam suatu industri, tidak akan selalu mempunyai produktifitas yang sama setiap saat, ada kalanya produktifitasnya naik, kinerjanya bagus dan semangat kerjanya tinggi, namun bisa juga sebaliknya, ada kalanya produktifitasnya turun dan lain sebagainya. Masalah tadi bisa disebakan oleh berbagai faktor, misalnya saja beban kerja yang terlalu tinggi, merasa diperlakukan tidak adil dibanding orang lain, masalah promosi jabatan, masalah gaji dan lain-lain. Untuk itulah kenapa dalam industri juga dibutuhkan ilmu psikologi yang diharapkan untuk menyelesaikan masalah-masalah diatas.
Dalam dunia industri tentu saja hal semacam ini menjadi hal yang dihindari. Sebagai contohnya, sesorang bisa saja merasa beban kerja dibebankan terhadapnya terlalu berat, memang banyak faktor yang bisa menimbulkan hal tersebut, salah satunya adalah ketidakmampuannya mengikuti perubahan yang terus terjadi dalam suatu industri yang tentunya mengikuti perkembangan jaman. Diterapkannya metode baru atau cara kerja baru dalam suatu industri demi mengikuti perubahan jaman bisa jadi menjadi hal yang menyulitkan bagi sebagian orang yang sudah terbiasa dengan cara lama.
Nah, untuk menangani masalah tersebut, memerlukan hal yang disebut dengan Human Capital Management (HCM). Yang menurut Chatzkel adalah merupakan upaya untuk mengelola dan mengembangkan kemampuan manusia untuk mencapai tingkat signifikan yang lebih tinggi secara  kinerjanya.
Human capital, bukanlah memposisikan manusia sebagai modal layaknya mesin, sehingga seolah-olah manusia sama dengan mesin, sebagaimana teori human capital terdahulu. Namun setelah teori ini semakin meluas, maka human capital justru bisa membantu pengambil keputusan untuk memfokuskan pembangunan manusia dengan
menitikberatkan pada investasi pendidikan (termasuk pelatihan) dalam rangka peningkatan mutu organisasi sebagi bagian pembangunan bangsa. Penanganan SDM sebagai human capital menunjukkan bahwa hasil dari investasi non fisik jauh lebih tinggi dibandingkan investasi berupa pembangunan fisik.
Human capital penting karena merupakan sumber inovasi dan pembaharuan strategi yang dapat diperoleh dari brainstorming melalui riset laboratorium, impian manajemen, process reengineering, dan perbaikan atau pengembangan ketrampilan pekerja. Selain itu, human capital memberikan nilai tambah dalam perusahaan setiap hari, melalui motivasi, komitmen, kompetensi serta efektivitas kerja tim. Nilai tambah
yang dapat dikontribusikan oleh pekerja berupa: pengembangan kompetensi yang dimiliki oleh perusahaan, pemindahan pengetahuan dari pekerja ke perusahaan serta perubahan budaya manajemen
Saya yang juga merupakan seorang pekerja disalah satu perusahaan juga merasakan hal yang demikian, dari awal kerja sampai sekarang tentunya banyak hal yang berubah dalam pekerjaan itu sendiri, banyak hal-hal baru yang harus dilakukan yang tentu saja hal tersebut seringkali menyulitkan. Untuk bisa mengikuti perubahan tersebut tentu banyak hal baru yang harus dipelajari dan untungnya hal demikian telah menjadi perhatian oleh departemen tempat saya bekerja, hal ini bisa dilihat dari banyaknya kegiatan pembelajaran yang harus saya ikuti diluar kegiatan bekerja, mungkin itu menjadi salah satu wujud dari Human Capital Management yang diterapkan pada perusahaan tempat saya bekerja. Dengan adanya hal itu, pekerja yang menjadi salah satu aset penting dalam suatu industri akan memiliki kompetensi dan mampu mengikuti perubahan yang ada dalam dunia kerja, dengan adanya hal tersebut, diharapkan bisa mampu untuk menambah produktifitas kerja yang tentu saja harus diimbangi dengan reward dari perusahaan, karena pada dasarnya hanya ada 2 penilaian yang akan berujung pada reward or punishment.

Yah, mungkin itu saja yang bisa saya review dari kuliah kemarin, maaf kalau ada hal-hal yang tidak nyambung, hehe..

Iklan