Hari kedua sebenarnya kami ada rencana untuk mengunjungi Dusun Bambu, namun lagi-lagi harus dibatalkan karena keterbatasan waktu. Jadinya kami hanya menuju ke Curug Cimahi waktu itu sebelum kembali menuju Bandung Kota. Setelah sarapan dan mandi, kami check out dari hotel dan berangkat. Sebenarnya jaraknya tidak terlalu jauh dari hotel, hanya saja karena kamis nyasar cukup jauh, jadi harus sedikit berlama-lama di jalan. Saya tau tempat ini dari google dan ternyata setelah berkunjung kesana, tempatnya memang keren. Saya kurang tahu persis ketinggian air terjunnya hanya saja setelah melalui pinta masuk, kita langsung bisa melihat air terjunnya dari atas. Kalau mau melihat dari dekat juga bisa hanya saja kita harus menuruni banyak anak tangga untuk menuju ke dasar curug berupa sungai. Saran dari saya kalau mau turun siapkan tenaga lebih ketika mau kembali keatas, ketika turun mungkin tidak terasa tapi ketika mau pulang dan harus kembali keatas, baru terasa capeknya. Meskipun suasana saat itu sedang agak mendung ditambah udara disana yang cukup dingin, ternyata begitu saya sampai lagi diatas baju saya sudah basah keringat setelah naik sekian anak tangga, tapi pemandangan yang didapat memang luar biasa, sangat disarankan berkunjung kesini ketika kebetulan sedang berada di Bandung.

dsc01928
Suasana pagi yang menyegarkan

Tujuan kami berikutnya adalah menikmati sore di Cafe D’Pakar, karena jarak menuju kesana lebih dekat dari Bandung Kota, jadinya untuk hari kedua saya meilih untuk menginap di Hotel Ahadiyat Kota Bandung. Di jalan menuju hotel seperti biasa kami harus beberapa kali nyasar dulu seblum akhirnya ketemu hotelnya yang ternyata tidak berada di dekat jalan raya melainkan agak masuk ke perumahan, tapi lumayan lah di hotel ini disediakan welcome drink, bisa makan kue sepuasnya lagi soalnya ambil sendiri, anak kos seperti saya tidak menyia-nyiakan kesempatan seperti ini, hehehe. Setelah istirahat sejenak di hotel, kami melanjutkan jalan lagi menuju Cafe D’Pakar yang sesuai namanya berlokasi di kawasan Dago Pakar, sayangnya ditengah jalan harus kehujanan namun untungnya pihak rental motor sudah menyediakan jas hujan plastik yang bisa kami gunakan.

Menuju kesana ternyata kami lokasi Taman Hutan Raya Juanda yang menjadi tempat Kedai Kopi Armor berada, yangmna  sebenarnya akan kami kunjungi di hari pertama namun tidak sempat, mungkin lain kali kalau main ke Bandung lagi bisa kesini. Jalan menuju Cafe D’Pakar yang semula cukup bagus, ketika sudah hampir sampai tenyata harus melewati jalan menanjak dan menurun yang sudah rusak parah, berbatu dan berlumpur setelah sebelumnya diguyur hujan, harus ekstra hati-hati kalau mau kesini terlebih di musim hujan, pastikan juga kendaraan yang kita tumpangi mampu melewati medan seperti ini, tapi syukurlah sampai di tempat tujuan sudah reda. Cafe yang tampak depan hanya terlihat seperti rumah biasa ini ternyata sudah dipenuhi dengan kendaraan roda 2 dan 4 yang sudah terparkir disana, dan lagi-lagi harus masuk wating list dulu.

dsc01969
Tempat makan dengan hutan pinus Dago Pakar didepan

Tiba giliran kami, seorang petugas cafe mengantarkan kita ke meja yang masih kosong, karena hujan sudah reda, tentunya saya memilih meja outdoor dengan pemandangan hutan pinus didepannya. Sebenarnya makanan disini tidak terlalu istimewa dari segi rasa menurut saya hanya saja pemandangan yang disuguhkan memang istimewa, mungkin lokasi kafe ini yang menjadi daya tarik, hamparan hutan pinus berselimut kabut menjadi pemandangan yang menyejukkan mata sore itu. Selesai dari tempat ini rencananya saya ingin menghabiskan sore sampai matahari terbenam di bukit moko yang memang dari dulu ingin saya kunjungi, namun jarak yang terlalu jauh dari sini ditambah lagi kondisi cuaca juga habis hujan, akhirnya niat kesana harus diurungkan, jadinya kami hanya mengunjungi sebuah mall untuk mencari makan malam disana saat itu. Lagi-lagi saat di mall saya serasa jadi orang penting setelah ditawari sebuah rumah di salah satu stand yang ada disana. Jujur selama ini saya main ke mall, tidak pernah ada yang menawari saya membeli rumah, jangan ditawari membeli, dikasih brosur saja belum pernah, mungkin malam itu tampak anak kos saya sedikit hilang, wkwkwk..

Pagi hari di hari ketiga, akibat nyamannya  tempat tidur hotel rasa malas untuk bangun semakin meningkat, apalagi di kamar hotel terdapat tv kabel dengan tayangan National Geographic yang saat itu sedang ada acara jalan-jalan meliput kehidupan Umat Muslim Uyghur di Provinsi Xinjiang Tiongkok membuat saya semakin malas beranjak dari tempat tidur dan hasilnya saya jadi kebagian sarapan dengan menu yang kebanyakan sudah habis, hhhmmmm ya sudahlah. Karena hari itu adalah hari Jum’at, saya memutuskan untuk sholat di Masjid Raya Bandung, disana kami juga bisa sekalian mengunjungi alun-alun Bandung yang sudah semakin cantik dengan rumput sintetisnya. Karena sampai disana sudah mempet waktu Sholat Jum’at, kami agak kesulitan mencari tempat parkir yang di pinggir jalan, akhirnya kami mendapatkan tempat parkir di basement alun-alun, sementara saya sholat, Cha menunggu di alun-alun, hanya saja untuk mengambil air wudhu dan mencari tempat sholat membutuhkan sedikit perjuangan karena pengunjung masjid saat itu sangat ramai, sampai-sampai saya memakai sweater saya sebagai alas sujud karena lantai masjid jadi agak kotor dan basah akibat dilalui banyak orang setelah berwudhu, tapi semua itu tidak mengurangi ke-khusu’an ibadah siang itu.

dsc02042
Teriknyaaaa..
dsc02060
Tiduran disini enak juga

Pengunjung alun-alun saat itu memang sedang ramai sekali, tidak hanya jamaah sholat jum’at, keluarga beserta anak-anak juga banyak, nampaknya cuaca panas tidak menghalangi mereka untuk sekedar menghabiskan waktu bersama keluarga disana. Perut sudah mulai lapar siang itu, kami memutuskan untuk mencari makan di Trans Studio Mall sekalian ngadem disana hehe. Mall milik taipan Chairul Tanjung itu juga dilengkapi dengan sebuah masjid megah disana, sekalian sholat ashar sebelum kami menuju stasiun untuk pulang.

dsc02077
Waffle disini enak

Waktu semakin sore, setelah menunggu maghrib di Stasiun Bandung, pihak rental motor mengambil kembali motor yang kami sewa di tempat yang sama. Di sepanjang perjalanan kereta saya hanya mengisi waktu dengan tidur sebelum turun di Stasiun Jatinegara dan melanjutkan perjalanan ke Bogor menggunakan KRL. Alhamdulillah bisa kembali ke kosan tercinta dengan selamat, tapi kabar buruknya, esok hari harus harus berangkat ke kampus karena ada kuliah, yah begitulah, kembali ke kehidupan normal, hhhhmmmmmm…

Iklan